Tuesday, October 29, 2013

Saturday Night



              Saturday adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar orang. Siapa sih yang tidak menantikan hari sabtu, begitu juga denganku. Weekend pertama ditiap minggu dan merupaka malam yang panjaaaaaang.

                Sabtu kemarin, tepatnya 26 oct 2013 aku pulang ke Bandung. Ritual yang biasa aku lakukan setiap bulannya. Mengunjungi keluarga dalam rangka temu kangen.

                Sebenarnya tidak ada yang terlalu spesial disabtu sore itu. Hingga akhirnya aku mengiyakan ajakan Papa untuk menghabiskan malam yang panjang itu bersama.

                Kemanalah kami ???
                Bukan tempat yang cukup baik memang. Tapi sangat baik buat Papaku yang beberapa hari kebelakang mengeluh soal giginya. Ya, you know lah ya kami berada dimana sabtu malam itu. Dokter gigi !

Kalau boleh flashbak, ketersediaan kata-kata Papa beda tipis dengan mama. Jadi, hampir disetiap keadaan selalu ada perbincangan. Tapi ga untuk kali ini. “ Apa rasa sakit si gigi, membuatnya puasa bicara ? Ya minimal untuk beberapa jam kedepan. “ pikirku

Duduk manis menunggu sang dokter
Aku : Pa, masih sakit ya giginya ?
Papa : (hanya mengangguk)
Aku : Yakin mau dicabut giginya ?
Papa : (mengangguk lagi )
Aku : Emang boleh ?
Papa : ( diam................. )
Suasana diam sejenak. 

Aku : Duh, ini jalanan macet banget sih ?
Dengan sedikit nada kesal. Suasana yang selalu kutemui, baik di Jakarta maupun di Bandung.
Aku : Kapanlah macet ini bisa berakhir ?
Dengan tiba-tiba Papa menjawab “ harus ada yang memulai “
Sedikit kaget dengan jawaban yang sebenarnya tidak aku harapkan. Tadikan Papa diem banget !!

Aku : Iya, memang harus ada yang memulai. Tapi ga mudah !
Papa : Memang ga mudah. Keadaan yang sudah seperti 'benangkusut' tapi kalau tidak ada yang mulai, bagaimana bisa berubah.
Aku : Menyebut nama salah satu Gubernur yang sedang tenar dan tindakannya cukup nyata ke arah perubahan. Seperti Gubernur itu yah Pa ?
Papa : Ya, salah satunya. Harus ada orang yang tidak takut kehilangan apa yang dia miliki saat ini ( red, jabatan )
Aku : ( mengagguk)
Papa : Nah, misalnya soal sampah. Orang- orang pada protes kalau banjirlah, ini lah itulah. Tapi buang sampah sembarangan kok dipelihara !!
Aku : Setuju !!!!
Papa : Kemacetan. “ Ini pemerintah gimana sih ? Kerjaan polisi bagaimana sih ? “ Tapi.... kalau dilarang masuk jalur yang bukan jalurnya 'ngambek'. Dilarang masuk kawasan 3 in 1, malah melanggar. Disediakan jembatan penyebrangan, eh malah nyebrang di tengah jalan “
Tapi, giliran ada salah sediit dari abdi negara langsung diprotes.  Jadi, ga melulu salah rakyat atau salah sang abdi.
Aku : lancar bener Pa ngomongnya ( seperti tidak sakit gigi )

Hmm, apa yang Papa katakan ada benarnya juga. Terkadang sebagian orang hanya jago di teori tidak demikian diprakteknya. Orang lebih cepat menyalahkan daripada meninstropeksi. Orang lebih cenderung menyalahkan keadaan daripada berinisiatif memulai suatu yang baru. Ya intiya sebagian lebih suka menuntut daripada memberi. Tapi ini hanya sebagian orang saja loh.

Saturday night at dentist yang engga biasa, Dokter gigi dengan bahasan benang kusut namun bisa tetap menarik. Dan yang pasti bisa 'menghilangkan' rasa si sakit gigi dan mengembalikan perbendahaarn sang Papa.

Yuks, Pa giliran Papa untuk diperiksa.

Aw........................................................


No comments:

Post a Comment