Sunday, November 10, 2013

Racun jadi Madu

Rutinitas baru yang aku lakukan beberapa bulan kebelakang disabtu pagi adalah gym. Disabtu pagi yang selalu cerah ceria, tepatnya tanggal 2 november 2013 seperti biasa aku gym disalah satu tempat fitness di sebuah mall daerah Jakarta Selatan.
            Semua berjalan normal, tidak ada hal yang aneh. Setelah gym berakhir. Aku menyempatkan diri untuk berkeliling sebentar di mall. Sekitar jam 2 siang aku kembali ke kostan sambil mampir ke sebuah kantin untuk membeli makan siang yang sudah telat.
            Yeaay aku makan dengan segera dan habislah. Engga lama dari aku selesai makan, mata ini menarik-narik untuk tidur. Selang 1 jam, aku terbangun dengan keadaan agak ga menentu, pusing dan mual yang hebat.
“ Apa maag aku yang kambuh ? “ tanyaku dalam pikir
Tiba-tiba aku mengeluarkan semua makanan tadi alias aku muntah. Masih berfikir kalau maag aku yang bermasalah, dengan segera aku minum obat, tapi………..engga lama kemudian aku muntah lagi !!!
Alhasil aku lemas selemas-lemasnya. Cuma bisa terkapar ditempat tidur dan terdiam. Mencoba untuk tidur tanpa berfikir harus berbuat apa. Tiap kali aku meminum sesuatu atau memasukkan makanan kedalam mulut, tapi semuanya ditolak.
Hingga malam menjemput, engga hanya perut ini yang terasa mual tapi sekujur tubuh. Oh men !! Bangun tidur bangun tidur lagi, hingga hari minggu pagi keadaan tak juga lebih baik. Aku putuskan untuk bedrest sampai absen tidak ke gereja ( ampunilah hambamu ini ya Tuhan ).
Akhirnya aku ‘ngeh’ sepertinya aku keracunan makanan. Menu makanku siang itu adalah ikan tongkol. Sepertinya si ikan tidak fresh dan jadilah aku sakit. Teringat, biasanya mama memberikanku minum susu beruang kalau keracunan. Dengan segera aku meminumnya. And it’s work, aku merasa lebih baik walaupun lemas karena masih belum bisa masuk makanan dengan jumlah banyak. Keadaan ini berangsur hingga hari seninnya.
            Disaat aku dalam kondisi yang ‘engga’ mengenakan tadi, suasana menjadi mellow dan seperti ada sesuatu yang dari dalam hati ini tentang Tuhan. Fyi, engga jarang aku mengalami gangguan perut, yah dengan segala kerendahan hati aku katakan aku bandel haha. Tapi, untuk hal ini, membawaku untuk melihat kebelakang. Sebandel-bandelnya aku tidak menjaga kesehatan perut, secerobohnya aku melakukan pelanggaran yang memicu rasa sakit ditubuh atau mungkin juga bukan kesalahanku sepenuhnya namun akhirnya aku mengalami rasa sakit yang tidak pernah diduga, satu hal yang pasti ‘kamu tidak pernah sendiri, ada Aku ( Tuhan, Red ) yang menjadikan segala sesuatunya baik’. Awwww sweet God!!!
Kata-kata lumrah yang sudah sangat sering didengar, tapi bermakna makin dalam diwaktu yang tepat. Percaya atau engga percaya, kata-kata tadi sangat menguatkan. Tidak hanya untuk tubuh ini yang masih lemas, tapi untuk hati ini juga.
Hingga lagu ini lewat dalam pikiran :
Buluh yang patah terkulai
Takkan pernah dipatahkan
Sumbu yang pudar nyalanya
Takkan pernah dipadamkan
Sadarilah bahwa kau tak pernah sendiri
Ada Tuhan yang selalu setia
            Thanks God, karena segala sesuatu kau jadikan baik. Ya, paling ga disaat mellow aku sedikit agak rohani hehehehe.

2 comments:

  1. Huaaa.... racun, keracunan ternyata neng tonang... haduh2 tp sekarang udah sehat kan sist ;;)

    ReplyDelete