Tuesday, January 7, 2014

Can You See the Rainbow ?


            Oh lazy day !!! Mungkin kalimat tadi bisa menggambarkan suasana yang aku alami hari ini. Suasana kantor yang terasa agak membosankan, rasa kantuk yang tak juga lenyap sekalipun secangkir kopi telah aku habiskan.

Tak kehabisan ide, aku dan beberapa teman kantor melakukan beberapa adegan photoshoot hanya untuk mengusir rasa bosan, just for fun.

            Hingga waktu pulang kantor tiba, dengan segera aku melangkahkan kaki ini keluar kantor. Langit Jakarta sore ini terlihat begitu indah. Masih melihat matahari sore saat pulang kantor itu terasa sesuatu.



            Ketika aku berjalan disepanjang halte Transjakarta dukuh atas, ketika kupandang langit ada pelangi !!!!! Nice, tampak indah. Dia seolah sembunyi dibelakang gedung-gedung pencakar langit. Semakin ku berjalan, dia tampak lebih jelas. Sesaat aku ingin mengabadikannya lewat sebuah jepretan. Tapi, arghhh malu huhu. Dilangit searah sudirman dan dilangit searah rasuna said dia tampak, lagi-lagi aku katakan pelangi itu indah. *dan sekarang aku menyesal karena engga jadi photo haizz

            Akhirnya aku sampai ditempat dimana aku harus menunggu bus. Kupandangi pelangi itu, warnanya seolah-olah semakin menyatu antara satu dengan yang lainnya. Tapi kok, orang-orang disekitarku nampak biasa ? Apa mereka tidak melihat ? ataukah sama denganku yang sedikit malu untuk mengabadikan warna-warninya yang sedang menari ?

            Warna langit semakin gelap, mataharipun sudah tak menampakkan sinarnya lagi. Gelap malam mulai datang menjemput dan pelangi-pun hilang bersamanya. Hingga sebuah pikiran terbersit dalam benakku.

Setiap kali aku melihat pelangi, aku selalu bersemangat. Paling tidak selalu ada senyum yang terbentuk dari bibirku. Dia bukanlah bintang yang bersinar sehingga orang melihatnya. Dia juga bukanlah matahari yang teriknya dirasakan oleh semua orang. Rangkaian warna-warna indah yang setahuku datang dikala hujan telah berhenti tercurah. Tapi hari itu tidak hujan rasa-rasanya. Atau entahlah, mungkin saja hujan di bagian Jakarta lain dan pelangi muncul menghiasi langit sore itu. Tapi keindahannya bisa kulihat dan seharusnya ada orang yang selain aku juga melihat.

            Mungkin keberadaan pelangi tidak selalu dilihat orang. Bahkan, tak ada waktu khusus kapan dia datang dan pergi begitu cepat. Tapi, ketika dia datang, dia selalu bisa memberikanku sebuah senyuman dan rasa syukur bahwa hidup itu indah.

Aku selalu mendambakan adanya pelangi. Padahal mungkin orang-orang disekitarkulah pelangi itu. Atau mungkin juga setiap keadaan yang aku alami adalah warna-warni dari pelangi. Atau akulah pelangi buat orang lain ( hehehe ).

            Kalau dihari minggu kemarin aku mendengarkan sebuah kabar baik tentang Next Generation, yang intinya  “ Andakah orang yang akan menemukan potensi-potensi yang luar biasa dari sebuah generasi ? atau andakah generasi yang memiliki potensi-poetensi itu ?“

Really really really, talk to my self !!

Next generation dengan pelangi tadi sore apa hubungannya ? Rasa-rasanya tidak ada. Eitsss, selama ini aku begitu exited jika melihat pelangi, dan seolah mencari keberadaannya. Tapi, sore ini, ada hal lain yang seperti menari-nari dipikiran ini.

Apakah pelangi itu adalah anda ? saya ? yang potensinya bisa dinikmati oleh banyak orang ?

Can you see the rainbow ?

           

2 comments:

  1. Potensi jadi penanam atau penabur??

    ReplyDelete
  2. wohooooooo..
    diaminkan sajaaaa
    Pas banget nih sama sharing last nite ya hihi

    ReplyDelete