Monday, July 28, 2014

D.E.W.A.S.A ?


Tidak ada patokan khusus bagi seseorang menjadi pribadi yang dewasa. Umur banyak engga menjadi jaminan bahwa orang itu dewasa secara berfikir dan bersikap. Kedewasaan seseorang bisa terbentuk salah satunya dari faktor didikan keluarga, tuntutan hidup yang mandiri, atau bisa juga lingkungan hidup yang keras menjadikan kita dewasa melebihi umur kita sebenarnya.

Apa sih tolok ukur seseorang itu bisa disebut dewasa ? Hmm, apa yah ?
Saya sendiri tidak yakin kalau saya masuk dalam kategori itu. Tetapi saya bisa bilang kalau saya memiliki orang-orang terdekat yang dewasa. Mengapa saya bisa berkata demikian ? Dewasa versi saya :



Contohnya :
Mereka bisa menegur saya apa adanya jika hal-hal yang saya lakukan tidaklah pantas. Menegur tanpa selubung asap. Mereka konsisten dengan perkataan mereka saat bercerita pada saya atau orang lain. Tanpa bumbu penyedap rasa agar lebih manis didengar. Mereka mau berkata jujur, walaupun mungkin ada rasa penolakan kelak dari sekelilingnya. Berani dan berhati besar untuk meminta maaf. Dan yang pasti suka untuk berterima kasih.

Saya adalah orang yang memiliki tingkat 'kepo' yang agak lumayan. Tapi, kekepoan itu mulai menurun ketika seseorang pernah berkata ' Tidak semua hal harus kamu tahu, tidak semua hal juga harus kamu ceritakan. Tidak semua hal harus kamu tanyakan kenapa dan berusaha mencari jawaban. Ada hal-hal besar yang mungkin kamu mengetahuinya lebih dulu. Tapi sebaliknya hal-hal kecil malah kamu tidak ketahui. Semua itu karena setiap orang didunia ini memiliki porsi yang berbeda-beda.'

Saya bersyukur dikelilingi orang-orang yang 'menarik' kehidupan saya menjadi lebih dewasa. Dan belajar dari mereka bagaimana berhadapan dengan orang-orang yang mungkin tidak sependapat dengan saya. Tapi itulah hidup. Selalu ada pembelajaran. Siapa yanng saya look up to, look down to dan berjalan bersama-sama dengan saya.

1 comment: