Thursday, December 29, 2016

Read till the end, love & freely to comment

                Setiap hari saya selalu menyempatkan diri untuk membaca satu atau dua buah article secara online. Biasanya yang saya lihat pertama kali adalah judul dari article tersebut. Jujur bagi saya, judul menentukan apakah berita tersebut akan dibaca atau tidak. Well, note to my self, jika ingin menulis sebuah tulisan, judul adalah hal yang bisa jadi daya tarik tersendiri.
                Saya pernah membaca sebuah tulisan, tetap dari judul. Lalu saya nyeletuk ke beberapa teman :
Saya :  “ Hei, article ini bagus lho dari judulnya “
Teman : “Tentang apa ?”
Saya :  “ Belum tahu tentang apa. Baru baca judulnya saja. Baru mau dibaca”
Teman : “So, why you say that article so good ? Woi dibaca aja belum hhhhhh”


Beberapa detik saya berfikir, iya juga ya. Sebegitu cepatnya saya bilang kalau tulisan yang belum saya baca itu bagus, baru baca judulnya doang tapi saya langsung berpendapat kalau tulisan dibalik judul tersebut bagus. Tau dari mana gue ?!?!
                Well, hal ini sebenarnya lumrah banget. Bahkan mungkin bukan saya saja yang melakukan hal tersebut. Saya, kamu dan mungkin kita seringkali seperti itu. Terlalu cepat berasumsi. Tentang apa ? tentang banyak hal.
                Misalnya saja di sosial media. Setiap detik, setiap menit ada saja postingan baru baik berupa gambar yang dilengkapi dengan berbagai tulisan, penjelasan, alasan atau sekedar hashtag. Baru sedetik di upload, tanda like/love udah mejeng aja dipostingan tersebut. Entah dibaca atau tidak, apakah hanya dilihat atau sekenanya di sukai. Sah-sah saja sih, tak ada aturan apapun untuk hal tersebut.
                Berbagi pengalaman saja. Saya pernah me-love sebuah postingan gambar. Gambarnya bagus, lucu, unik, dengan sedikit keterangan digambarnya. Berlalu dan saya melanjutkan stalking gambar lain masih di media sosial yang sama, sambil jempol saya siap-siap berhenti dan memberi love ke gambar lainnya. Lalu kembali saya scroll ke atas dan kembali ke gambar pertama yang saya sukai tadi tanpa membaca lengkap tulisan penjelasan di kolom description. Lalu saya membaca lengkap, dan ternyata gambar seindah tadi memiliki penjelasan yang tidak terlalu menyenangkan bagi saya. DILEMA !! Mungkin saya terlihat LEBAY. Ya kali gitu doang dilema. Tapi, untuk saya menyukai sesuatu ya karena saya benar-benar suka. Tapi, ternyata saya tidak sepenuhnya suka ketika penjelasan didalamnya saya baca sampai selesai.
                Hal tersebut membuat saya belajar untuk membaca penjelasan yang diberikan, lalu memberi tanda suka atau mengabaikannya ke gambar atau tulisan yang lain.
“ Gila lo, pelit banget sama postingan gue. Di like napa?”
Pernah ada yang bilang begitu, hmm bukan pelit BRO SIS tapi saya hanya butuh waktu lebih lama sedikit untuk membaca postingan kamu HAHAHA.


Bukan karena dia teman, orang terdekat, artis favorite so you like faster than anyone. Tapi karena saya membaca sampai akhir, love and like this pictures/articles.
“ Agak ribet sih lo ya “
HAHAHAHAHA
Seberapa banyak love/like yang saya dapat, it’s doesn’t matter. Yang terpenting adalah saya pernah bahagia akan hal tersebut dan belajar dari apa yang pernah saya dapatkan.
So you ?


No comments:

Post a Comment