Pages

Thursday, April 6, 2017

Yogyakarta, Kota Kenangan & Pembuat Kenangan

Bosan? Sepertinya kata tersebut bakalan jauh dari kota ini. Yogyakarta, sebuah kota di Nusantara yang penuh dengan kenangan dan pembuat kenangan baru. Liburan di kota ini bisa bermacam-macam. Wisata museum, budaya & kesenian, alam, belanja sampai wisata kuliner. Kota yang semakin maju ini, semakin populer dan sepertinya memiliki magnet tersendiri untuk menarik wisatawan kembali lagi dan lagi ke kota ini.

                Berapa hari idealnya berlibur dikota ini? Hmm sepertinya akan berbeda-beda. Tapi, kalaupun kamu hanya punya waktu di weekend, Yogyakarta bisa jadi kota yang manis untuk akhir pekanmu.


  1. Kalibiru – Kulon Progo
Pengen foto di rumah pohon. Kalimat pertama yang saya ucapkan waktu memutuskan untuk berlibur ke Yogyakarta. Jarak dari Yogyakarta ke Kalibiru – Kulon progo adalah 37.2km atau memerlukan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Kendaraan yang bisa masuk setelah memasuki wilayah ini adalah selain bus atau truk. Jadi, kalaupun kamu memakai mobil ukuran kecil tidak masalah. Tapi kalau kurang pede, ada penyewaan mobil jeep yang akan membawa kamu ke lokasi.

Kalibiru

                Untuk kamu yang suka bergaya didepan kamera, tempat ini adalah surganya. Banyak spot keren yang dapat diabadikan dalam bidikan kamera.  Terkenal dengan rumah pohonnya, kamu harus rela antri 1-3 jam. Tapi semuanya terbayar dengan hasil jepretan yang keren. Ada banyak lokasi yang dijadikan tempat favorit antara lain rumah pohon, rumah bundar, rumah kotak, rumah love. Tenang saja, kalau kamu nggak bawa kamera yang cukup memadai, ada petugas foto yang sudah siap untuk mengambil setiap gaya kamu.

Tiket masuk : 5K/mobil
Tiket spot foto : 15K/rumah
Tebus Photo : 5K/foto (soft copy)
** Untuk menebus foto suka dikasih diskon harga. (22 foto = 100K)

  1. Museum Batik
Liburan kali ini, Museum Batik adalah tempat paling favorit. Sebuah tempat yang menyimpan semua informasi tentang Batik. Mbak Winda, petugas yang memandu saya waktu itu berhasil membuat saya penasaran untuk mengetahui tentang batik lebih jauh. Koleksi yang dimiliki cukup lengkap, mulai dari batik itu sendiri, alat-alat dan bahan yang digunakan sejak pertama. Selain kunjungan untuk mengetahui sejarah batik, ada juga kelas workshop jika kita ingin belajar dasar-sadar membatik. Jangan khawatir, hasil batik tersebut boleh kita bawa pulang sebagai kenang-kenangan.
** Penjelasan tentang museum ini, akan dibahas terpisah (ditunggu ya).

Batik Tulis

Alamat : Dr Sutomo 13 A RT 049 RW 12 Bausasran Danurejan Yogyakarta
Tiket Museum : 20K/orang
Tiket Workshop : 40K/orang
Buka : Senin-sabtu/ 08.00-15.00 WIB

  1. Malioboro
Tempat yang sudah tidak asing lagi adalah Malioboro. Dari generasi ke generasi tempat ini akan menjadi salah satu tujuan wisata. Belum banyak yang berubah dari Malioboro, menjadi lautan manusia saat malam menjelang. Semua yang kamu cari bisa jadi ada disini, mungkin termasuk mencari jodoh! Pernah ada yang bilang:  
“Sekarang itu Malioboro udah nggak asik!”
Tapi bagi saya, Malioboro itu Yogyakarta banget. Tempat yang tidak disulap menjadi identitas lain.

  1. Alun-Alun Kidul
Pernah dengar cerita 2 pohon dikanan dan kiri, Jika sesorang yang berhasil melewatinya berarti hatinya bersih? Nah letak kedua pohon itu ada di alun-alun kidul. Tidak hanya siang hari, tapi malam haripun alun-alun ini penuh dengan pengunjung yang ingin mencoba melakukannya. The old story.
Kalau malam hari, suasana alun-alun semakin ramai dengan berbagai mobil yang dihiasi lampu-lampu sehingga terlihat lebih indah dan menarik. Mobil ini dijalankan dengan cara di goes layaknya sepeda, selain seru mengendarai mobil ini juga cukup melelahkan. Harus coba karena di ibukota nggak ada yang seperti ini.

Dua Pohon di Alun-alun Kidul

Mobil lampu warna-warni

  1. Museum Benteng Vredeberg
Museum Benteng Vredeberg adalah sebuah benteng yang terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum. Di sejumlah bangunan di dalam benteng ini terdapat diorama mengenai sejarah Indonesia. Terdiri dari 4 diorama dengan penjelasan yang berbeda-beda. Sayangnya tidak ada guide yang menjelaskan tentang museum ini, jadi agak sulit untuk mengerti tentang isi dari museum ini.

Pintu masuk Benteng Vredeberg

Alamat : Jalan Jenderal A. Yani No. 6 Yogyakarta
Tiket Masuk : 3K/orang

  1. Tempo Gelato
Kalau Bali punya Gusto Gelato, Yogyakarta punya tempo gelato. Secara teknis gelato adalah bahasa Italia untuk es krim. Tapi, tidak lantas es krim sama dengan gelato. Ada banyak hal yang membedakan kedua makanan dingin dan manis tersebut. Untuk penjelasannya kamu bisa cari di google. Sudah banyak artikel yang menjelaskan tentang hal ini. Untuk saya yang tidak terlalu suka es krim, gelato memang memberikan sensasi yang berbeda dan membuat saya doyan memakannya. Dengan banyak varian dan harga yang terbilang relatif murah, tempat ini sangat diserbu walauupn disaat hujan.

Tempo Gelato

Alamat : Jl. Prawirotaman No.43, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta
Harga : 20K/cup ( 2 scoop) atau 25K/cone (2scoop)

  1. Move on & Sellie Coffee
Kemanapun saya pergi, coffee shop akan saya kunjungi. Bahagia itu adalah disaat tahu harga kopi di kota ini murah banget. Beda banget dengan di ibu kota. Move on coffee dan Sellie coffee adalah tempat ngopi yang saya kunjungi. Kalau bicara soal taste, kopi disini enak, enak dan enak. Untuk tempatnya sendiri beragam, mulai dari yang ‘Yogya’ banget sampai yang sudah kekinian seperti di ibu kota. Kamu tinggal pilih sesuai dengan selera kamu.
Uniknya pada saat saya ngopi di Sellie Coffee salah satu tempat shooting AADC2, ketika memesan kopi hitam penikmat kopi diminta kedepan untuk memilih kopinya sendiri. Surprisingly harga kopi tersebut hanya 10K. Dan saya bahagia banget. Kalau kalian ke Yogya harus mampir ke kedua coffee shop ini ya.

Move On Coffee Shop

Cafe Latte Move On coffee (15K)

Sellie Coffee

Price list & Tempat memilih kopi hitam

Move on Coffee : Jl. Prawirotaman No.4-10, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta
Buka : 09.00-24.00 WIB
Sellie Coffee : Jl. Gerilya NG 3 / 822, Prawirotaman 2, Brontokusuman, Yogyakarta
Buka : 17.00-24.00 WIB

  1. Bakmi Jawa Pak Rebo
Perut lapar kamu bisa dipuaskan dengan bakmi Jawa. Kali ini saya mampir ke Bakmi Jawa Pak Rebo yang enaknya parah. Ukurannya satu porsi mie sebenarnya bisa untuk 2 orang, karena isinya banyak banget. Tapi kamu perlu sabar kalau mau makan di tempat ini, karena antri. Kalau bicara soal harga bisa terbilang ramah dikantong hanya 19K/porsi untuk Bakmi Biasa yang isinya itu mie, telor dan potongan ayam kampong. Sedangkan untuk mie special bedanya di ayam yang diberikan. Tidak dipotong-potong tapi kita mendapatkan dada atau paha ayam utuh.

Bakmi Jawa Goreng Biasa (19K)

Alamat : Jl. Brigjen Katamso, Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta
Buka : Setiap hari / 17.00 – 23.00 WIB
Harga : 19K/porsi (biasa) & 27K/porsi (special)

  1. Soto Kadipiro
Soto ini pasti sudah sering kita dengar. Soto nomor wahid khas Yogyakarta. Soto Kadipiro merupakan salah satu kuliner soto tertua di Yogyakarta dan didirikan pada tahun 1921 oleh Widadi Tahir Karto Wijoyo. Saat ini usaha Warung Soto Kadipiro dilanjutkan oleh keturunan-keturunannya. Resepnya dipertahankan secara turun temurun dan tidak berbeda dengan rasa asli saat pertama kali dibuka.Soto Kadipiro ini banyak tempatnya, rumah makannya bisa berderet dengan nama yang sama.

Alamat : Jalan Wates Yogyakarta

  1. Rumah Makan Bu Ageng
Saya sudah 2 kali makan di tempat ini. Tempanya yang adem dan nyaman mebuat selera makan bertambah. Menu favorit saya adalah pecel sayur. Pada dasarnya saya nggak terlalu suka kacang. Nah pecel disini dengan bumbu kacang yang nggak bau kacang sehingga rasanya enak.
Alamat :  Jl. Tirtodipuran No.13, Mantrijeron, Kota Yogyakarta
Buka : 11.00 – 23.00 WIB