Tuesday, January 23, 2018

Main Air di Curug Nangka

                Mengawali tahun baru rasanya nggak afdol kalau nggak jalan-jalan. Bener nggak? Karena baru awal tahun, jadi saya mengunjungi tempat yang dekat saja dulu, Bogor. Kalau kamu pergi ke Bogor pastinya nggak jauh dari wisata kuliner, demikian juga dengan saya. Berangkat dari Jakarta pukul 10.04 WIB menggunakan KRL dari stasiun Jakarta Kota – stasiun Bogor. Tepat jam makan siang saya sampai di kota yang terkenal dengan sebutan kota hujan, langsung meluncur ke Taman Topi untuk makan siang. Lokasinya tidak jauh dari stasiun, cukup berjalan sekitar 5-10 menit. Berbagai jenis makanan di jual disana, toge goreng, kupat tahu, bapatong (baso kupat gentong), soto mie dan sebagainya. Jadi, kalau kamu sampai di Bogor dan lapar berat, boleh banget mampir kesini.

                Rencana hanya wisata kuliner berubah setelah melihat cuaca cerah siang itu. Saya memutuskan untuk menikmati wisata alamnya. Dari sekian banyak wisata alam yang ada, pilihannya jatuh pada Curug Nangka di jalan sukajadi tamansari, Bogor. Perjalanan yang ditempuh sekitar 60 menit dari taman topi. Jalan menuju curug berkelok-kelok dan sempit, beruntung jalanannya sudah bagus. Hanya saja kalau ada mobil dari lawan arah, harus bergantian. Tapi, so far nyaman!

Curug Nangka


                Sampai di kawasan curug, kamu akan menemui petugas untuk membayar tiket masuk yang dibagi menjadi 2x pembayaran. Yang pertama Rp 7500 untuk tiket masuk. Lalu, setelah beberapa meter akan ada petugas lagi meminta kamu membayar uang sejumlah Rp 12500 termasuk mobil (Saya lupa nanya sih kenapa dibagi menjadi dua). Jadi, total tiket masuk per orang Rp 20000.

                Turun dari mobil, kamu akan menemui banyak penjual makanan. So, nggak perlu khawatir akan kelaparan setelah main di air terjun. Baru berjalan beberapa langkah, akan ada banyak monyet yang menyambut kamu. Reaksi pertama adalah saya langsung masukin semua barang ke dalam tas. Pengalaman di Uluwatu bertemu dengan banyak monyet yang suka ngambil barang, jadi refleks aja gitu haha. Tapi monyet-monyet di sana cuma minta dikasih cemilan kok :p. Setelah di sambut oleh mereka, saya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter. Akan ada tiga petunjuk jalan menuju tiga curug berbeda, kamu bisa pilih yang mana saja. Jaraknya berbeda-beda, ada yang 50m, 500m, dan 800m. Karena tujuan awal ingin melihat curug nangka, saya mengikuti petunjuk menuju curug tersebut (jarak tempuh ke curug nangka merupakan yang terdekat) Tidak jauh dari lokasi penunjuk arah, saya langsung melihat sungai yang mengalir dengan berhiaskan janur kuning dibentuk seperti pintu.

Pose sebelum ketemu monyet

Tempat duduk kalau kamu lelah

Jalanan menuju curug

Kayak gitu janur kuningnya

Selain itu, di beberapa spot terdapat sesajen. Terus air terjunnya mana ya? Ternyata untuk melihat air terjun, perlu berjalan menyusuri sungai sekitar 50m. Namanya juga jalan di sungai, jadi arenanya air berbatu besar dan kecil. Sebaiknya gunakan sandal gunung atau sandal karet demi keamanan dan kenyamanan ya. Karena nggak tahu arenanya seperti apa, saya berjalan telanjang kaki. Ya lumayanlah refleksi gratis haha. Semakin dekat semakin jelas terdengar suara air yang jatuh dari ketinggian. Rasanya bahagia dan semangat semakin membara (agak lebay sih haha). Dan benar saja setelah melihat air terjun rasanya itu so refreshing. Orang kota suka ndeso memang kalau melihat pemandangan alam haha.

Wajah bahagia di air terjun

Bermain air, berfoto dengan berbagai pose, setelah puas lalu pulang. Yang menyenangkan adalah bertemu dengan orang-orang yang tertib. Merasa bahagia menikmati air terjun, gemericik air, dan setiap spot yang fotogenic, para pengunjung tertib bergantian berfoto di spot favorit, di depan air terjun. Ini penting! Mengingat akhir-akhir ini banyak sekali para ‘alay’ yang JAUH DARI TERTIB dan rasa memiliki atas suatu tempat terlalu over. Syukurlah kemarin nggak bertemu orang-orang jenis itu! Karena hari sudah sore, saya memutuskan untuk pulang, dan tidak melanjutkan ke dua curug lainnya. Maybe next time.
Sungai yang dilewati menuju curug (50m)


Curug Nangka

Kembali ke kota Bogor, sambil menunggu jadwal kereta menuju Jakarta, saya melanjutkan wisata kuliner ke daerah Baranangsiang. Kamu bisa cari makanan jenis apa saja disana. Ada berbagai jenis makanan seperti pizza kayu bakar, coffee shop, pia apple pie, chocolava, bakso dan lain-lain. Yang paling bikin bahagia adalah harganya murah. Ya maklum saja, datang dari Jakarta dengan harga makanan dan minuman yang bisa bikin kantong bocor, nemu makanan dibawah Rp 20000 itu bikin S4 (suka senyum-senyum sendiri). Setelah perut kenyang dan hati senang, saya kembali ke Jakarta.
So, untuk kamu yang penat sama padatnya kota Jakarta, butuh hiburan yang berbau alam tapi nggak punya banyak waktu, Curug Nangka bisa jadi salah satu pilihan. Dengan waktu sekitar 6-8 jam yang kamu punya, menikmati wisata alam sekaligus kuliner di Bogor.


Jangan lupa bahagia, kawans!

No comments:

Post a Comment