Sunday, February 25, 2018

Negeri di atas Awan, Ada di Dieng!


Pernah dengar sebutan Negeri di Atas Awan nggak? Dulu, waktu pertama kali ada orang yang ngomong sebutan ini, saya berpikir kalau tempatnya pasti ada di luar negeri. Ternyata, julukan ini ditujukan pada sebuah daerah yang namanya Dieng, yang notabene ada di Indonesia. Wow!

Agustus beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2015, saya dan teman-teman ngetrip bareng ke Wonosobo. Nggak pernah tau di sana ada apa dan akan ngapain, judulnya pasrah aja (duh gampangan yah gue, gampang dibujuk lol). Berhubung ikut tur juga, jadi tinggal bawa diri, duduk manis, dan menikmati. Indahnya jalan-jalan hahaha.

Pose pertama sampai di Wonosobo!


Bisa kemana aja sih kalau di Wonosobo?
Ada beberapa tempat yang saya kunjungi dalam waktu 3 hari 2 malam (pp naik elf dan tidur diperjalanan selama 1 malam). Tempat wisata yang saya kunjungi waktu itu mulai dari Telaga Warna, Kawah Sikidang, Candi Arjuna, Dieng Plateau Theater, dan Puncak Sikunir. Nah, yang paling bikin saya bahagia dan berkesan adalah Puncak Bukit Sikunir. 

Bukit Sikunir adalah bukit kecil yang fenomenal terletak di kawasan wisata dataran tinggi Dieng pada ketinggian 2263 mdpl. Bukit ini terkenal dengan view sunrise dan diberi sebutan Golden Sunrise Sikunir.

Untuk sampai ke puncak bukit memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit sampai 1 jam. Namanya juga ke puncak bukit yah, jadi harus mendaki dong. Pagi-pagi buta sekitar jam 3 subuh, ½ nyawa masih ketinggalan di kasur, kaki ini harus mendaki demi matahari terbit yang digadang-gadang indah pake banget!

Cantik yah? gambar yang atas apa bawah? aahhh sudahlah

Mau bilang muka bantal? iyah, bantal muka ><

Dengan perlengkapan yang sudah disiapkan seperti jaket, sepatu nyaman, kupluk, masker, dan senter, saya mulai mendaki. Jangan tanya gimana rasanya? Dinginnya Dieng tuh menusuk deh. Kalau kamu mendaki itu keringetan, ini malah kedinginan saking dinginnya. Setelah hampir satu jam mendaki, akhirnya sampai juga di bukit yang udah rame banget (Sepertinya orang-orang ini nggak pada tidur deh!) Masih harus menunggu beberapa jam lagi sampai yang ditunggu nongol. Penantian membawa hasil, tepat jam 6 pagi, matahari terbit di ufuk timur. Duh asli, indahnyaaaa. Saya sempat mengabadikan perubahan warna langit sampai matahari datang menyapa. How great is our God. Dan semakin siang, benar aja awan tuh kayak sejajar sama kaki kita loh. Berasa dekat, pantes aja disebut negeri diatas awan.

Mataharinya mulai nongol tuh


semakin jelas indahnya

Can you spot me?

Para pengabdi matahari terbit

Kapan sih waktu paling oke untuk kesini?
Sebenarnya kapan aja bisa, mataharinya tetap terbit kok haha. Hanya saja kalau mau lihat matahari terbit tanpa tertutup awan-awan, paling oke antara bulan juli-oktober. Kalau kamu datang ke Dieng pada bulan agustus bisa sekalian menyaksikan Dieng Festival Culture yang acaranya macem-macem, mulai dari musik jazz sampai festival lampion. Untuk tanggalnya bisa cari di google deh. Tapiiii kamu harus siap desak-desakan, soalnya peminatnya banyak banget. Saya sih milih datang di luar jadwal festival ya, takut nggak menikmati dan butuh effort segala-gala deh haha.

Tuh awannya, bagus pake banget!

Wonosobo squad

Kalau kamu belum punya rencana liburan kemana-mana, mungkin Dieng bisa jadi pilihan.


Jangan lupa bahagia, kawans!
Cheers

4 comments:

  1. Kangen Dieng.. :D Pen deh balik lagi bawa Ai ma L :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baby L gedean dikit bawa kesana deh hahaha

      Delete
  2. bagus bangetttt Dieng.. semoga bisa berlibur kesana segera :))

    http://indahjelita.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah bagus banget kak. Amin! Semoga bisa terlaksana segera ya :)

      Delete