Sunday, March 31, 2019

Mengejar Sakura di Negeri Jepang



Dulu, Jepang nggak pernah masuk dalam bucket list negara yang pengen gue kunjungi. Kenapa? Banyak faktor sih, salah satunya karena mahal. Tapi berjalannya waktu, turis dari berbagai negara termasuk Indonesia semakin ramai mengunjungi negara yang selalu mendapat komentar positif ini. Bulan Maret 2019 kemarin, akhirnya gue punya kesempatan melihat sakura bermekaran di Jepang. Mau tau perjalanannya gimana? Walau agak panjang, gue coba bikin singkat dan dibaca sampai selesai ya J




1.       Now everyone can fly
Bukan endorse yah guys! Gue terbang pakai Air Asia yang memang terkenal dengan promonya. Berawal dari iseng klik websitenya, berujung pembelian tiket PP ke Jepang. Sekitar bulan Agustus 2018 gue mendapat best rate seharga 2,9 juta tiket PP CGK-NRT-CGK. Penerbangan ini seharusnya direct, entah kenapa akhirnya mengalami perubahan dan gue harus transit ke Bangkok. Ya gue sih happy aja yah, soalnya boleh pilih jam penerbangan. Karena nggak mau rugi, gue pilih transit di Bangkok selama 12 jam jadi bisa ngalor-ngidul disana dan ketemu my love Ice Thai Tea haha. Karena transit ini pula kita akhirnya beli bagasi seharga 460rb. Totalnya itung sendiri yah guys
Kok mau sih pakai AA? Pesawatnya kecil dan sempit, bukan? Siapa bilang? Pesawat AA ini sudah menggunakan Airbus dengan seater 3-3-3 dan cukup luas, bedanya gue nggak dapat makanan gratis alias kudu beli.

2.       Tokyo
Perjalanan dari bandara DMK – NRT memakan waktu sekitar +/- 7 jam karena perbedaan waktu. Gue mendarat di Bandara Narita, Tokyo sekitar pukul 8.30 waktu setempat. (2 jam lebih cepat dari WIB). Rencananya gue akan mengunjungi beberapa tempat di sekitaran Tokyo sebelum malamnya kami melaju menuju Osaka.
20 Maret 2019
2.1   Yoyogi Park
Adalah sebuah taman terbuka yang bisa dikunjungi sepanjang hari terletak di Yoyogikamizonocho, Shibuya dekat dengan stasiun Harajuku dan Meiji Shrine. Pohon di taman ini dibiarkan tumbuh bebas dan besar-besar. Lo bisa ngapain aja sih disini? Yang pasti bisa menikmati sakura bermekaran atau bersantai sejenak, sekedar duduk-duduk di taman. Rame nggak? Please jangan tanya! Pengabdi sakura itu nggak terhitung jumlahnya. Jadi, jangan harap bisa merenung sendiri dipojokkan ya haha.

 Sakura at Yoyogi Park

Caffe Latte SeVel yang enak , ¥ 150

2.2   Teamlab Borderless
Terletak di kawasan Mori Building Digital Art Museum. Kalau kalian udah melihat ferris wheel, berarti kalian nggak salah tempat. Tinggal ikutin jalan aja atau ikutin kerumunan orang juga boleh. Bisa dipastikan mereka ke tujuan yang sama dengan lo. 


Ferris Wheel

Gue beli tiket masuk ke Teamlab ini secara online waktu di Jakarta. Kenapa? Ya biar nanti nggak perlu antri atau bingung belinya. Harga tiket masuknya +/- 416rb (¥ 3300, ¥1 = 127.25) dan tiket ini bisa dipakai sepanjang hari ya dengan range waktu 10.00 – 19.00. Kalian tinggal tunjukkan barcode tiket dari gadget dan nggak perlu dicetak, lalu scan dipintu masuk. Buat lo penyuka museum sih wajib kesini. Teknologinya bikin mulut nganga deh. Sayangnya gue cuma punya waktu sekitar 3 jam untuk explore dan itu nggak cukup! Karena banyak instalasi yang antriannya cukup panjang. So, kalau kesini ada baiknya sudah sampa dari jam 10 pagi.

Beautiful Teamlab Borderless (1)

Beautiful Teamlab Borderless (2)

Beautiful Teamlab Borderless (3)

Beautiful Teamlab Borderless (4)

Beautiful Teamlab Borderless (5)

Beautiful Teamlab Borderless (6)

2.3   Odaiba Oedo Onsen Monogatari
Setelah selesai jalan-jalan di Teamlab, gue melaju menuju Oedo Onsen. Onsen itu apa sih? Tempat pemandian + spa guys! Karena gue berangkat dari Teamlab, gue menunggu bus no 8 yang merupakan satu-satunya bus yang akan mengantarkan gue ke Onsen tersebut. Berapa sih harga masuknya? Gue beli tiketnya di Klook, selain murah juga praktis. Harga 182rb, nggak dalam ¥ - ya, langsung berupa rupiah. Kalau beli tiket langsung disana juga bisa, untuk harga bisa cek langsung ke websitenya. Ngapain aja sih disana? Lo bisa mandi, spa, pijet, bobok cantik sambil nonton juga bisa. Nggak perlu khawatir, disana juga ada tempat makan semacam food court gitu. Badan bersih hati senang perut kenyang.

Onsen situation (1) source google

Onsen situation (2) source google

Karena gue sempet cupu pas mau kesana, gue nggak mau kalian ikutan cupu. Jadi, ini urutan yang harus kalian lakuin: Masuk, buka sepatu kemudian simpan diloker sepatu. Antri pada jalur yang sudah ditentukan untuk beli tiket atau tunjukkan tiket yang lo punya kepada petugas untuk mendapatkan kunci loker. Setelah itu lo jalan ke tempat peminjaman yukata + handuk. Disitu lo diminta milih yukata sesuai selera. Kalau udah milih, berjalan menuju loker sesuai gender ya. Kalian wajib pakai yukata baru boleh melakukan aktivitas disana.
** Karena gue ngerasa awkward melihat orang-orang telanjang bulat, next sih gue nggak mau ke Onsen lagi, geli man!

24 Maret 2019
2.4   Shinjuku Gyeon National Garden
Adalah salah satu taman yang menjadi favorit banyak orang jika berkunjung ke Tokyo baik pada musim semi maupun gugur. Dan memang jadi salah satu taman favorit gue juga. Di tempat ini gue punya banyak foto yang proper haha. Waktu kunjungan sepanjang hari, tapi datang lebih pagi ya lebih bagus karena masih sepi. Harga tiket masuknya adalah ¥ 200 langsung beli disana menggunakan mesin sesuai kategori umur.


Shinjuku Gyeon (1) Foto bareng Sakura

Shinjuku Gyeon (2) Hanami time

Endes Youghurt, biar tetap sehat, ¥ 200

2.5   Shibuya Street - Hachiko
Sekarang gue lagi di Shibuya crossing yang ramenya entah kayak apaan. Mau foto pas orang-orang pada nyebrang? Bisa ke giles gue huhu. Alhasil gue hanya bisa merekam dari stasiun MRT lalu menikmati kesibukan orang-orang yang menyebrang dalam sekian detik itu.
Shibuya Crossing Situation, source google

Nggak lupa gue berfoto sama Hachiko, anjing setia yang fenomenal itu. Agak disayangkan waktu mau foto situasi sedikit nggak tertib. Pas denger mereka ngomong dengan bahasa yang gue mengerti, tetiba akupun malu, ternyata yang nggak tertib itu asalnya sama kayak gue, duhhhhh *tepok jidat.

Famous Hachiko

Mampir ke Tokyu Plaza Ginza 

25 Maret 2019
2.6   Ueno Park
Kalau ke taman sebelumnya gue harus merogoh kocek, nggak dengan Ueno Park. Gue cukup melenggangkan kaki berjalan sepanjang Ueno sambil menikmati sakura yang indah banget. Dibanding taman-taman sebelumnya, di sini bunga sakura sudah lebih banyak yang bermekaran. Oia info aja nih guys, salah satu kebiasaan orang-orang lokal maupun turis di Jepang biasanya membawa makanan + tikar atau alas duduk untuk piknik atau dikenal dengan istilah hanami.

Disepanjang Ueno Park pemandangannya begini 

Bekel kami haha

2.7   Sensoji temple
Nggak jauh dari tempat gue menginap disekitar Asakusa, gue berjalan kaki ke Sensoji Temple. Sepanjang jalan lo bisa menikmati makanan-makanan unik, nyari pernak pernik dan berdoa kalau lo mau. Ah, ini info penting! Kalau lo beli makanan disuatu kios, jangan pernah makan sambil jalan ya. Habisin makanan disekitaran kios itu. Setelah habis, lo bisa berjalan lagi. Memangnya kenapa? Lo bisa diliatin orang-orang atau siap-siap menerima teguran.

Crowded at Sensoji temple (1)

Pose at Sensoji temple (2)

Matcha Ice Cream  (¥ 250) + Nggak tau namanya (¥ 150), Endul

Mineral Water From Mt Fuji

Sensoji temple (3)

2.8   Tokyo Sky Tree
Menjadi simbol baru kota Tokyo sejak tahun 2008. Tower ini berada di kota Sumida nggak jauh dari Sensoji Temple. Tower ini sendiri difungsikan sebagai pemancar sinyal televisi (source google) Gue sih nggak naik kesana, hanya berjalan disekitaran tower sambil duduk-duduk menikmati pemandangan.

Tokyo Sky tree dari kejauhan, sambil nyari makanan!

2.9   Shopping at Don Quijote
Karena malam terakhir, belanja menjadi tujuan akhir juga. Emang sebelumnya nggak belanja? Ya belanja sih, anggap aja ini puncaknya lol. Lagi-lagi lokasinya nggak jauh dari penginapan gue. Dengan waktu sekitar 5 menit gue berjalan kaki ke Don Quijote. Ada apa aja sih di sana? Supermarket 4 lantai ini hampir menjual semua jenis makanan, minuman, pernak-pernik yang pengen lo borong deh! Kalau dari harganya ya beragam sih, ada yang murah, ada juga yang lebih mahal dibandingan dengan drugstore atau toko sejenis.
** Tips: Kalau lo nemu barang disuatu tempat ya beli, jangan ditunda. Karena bisa jadi lo nggak nemu barang yang sama ditempat lain atau harganya lebih mahal!


Don Quijote (1) source google

3.       Osaka
                   21 Maret 2019
3.1   Universal Studio Japan
Salah satu tempat permainan paling menyenangkan di Osaka. Gue berada disana seharian penuh, dari buka sampai tutup. Hah, serius? Itu aja berasa kurang hahaha. Harga tiket masuk ke Universal Studio Japan (USJ) itu beda-beda, tergantung seasonnya. Harga tiket dibagi 3 kategori A, B & C. Kalau nggak salah tiket C itu paling mahal deh. Bisa cek langsung di websitenya atau e-commerce lain yang menjual tiket USJ. Gue beli di klook seharga 1juta7rb (¥ 7900). Dengan tiket tersebut, lo bisa main apa saja. Nah, kalau kalian mau menghemat waktu dan bisa main lebih banyak, ada baiknya lo beli tiket express yang harganya lebih mahal. So, bisa disesuaikan dengan kantong kalian dan yang penting bahagia. Itu penting!

Universal Studio Japan (1) Harry Potter Area

Universal Studio Japan (2) Butter beer (¥ 1000)

Universal Studio Japan (3) Chocco Churros (¥ 400), Wajib beli super enak!

Universal Studio Japan (4), Hot Milk tea ((¥ 200)

Universal Studio Japan (5) 

Universal Studio Japan (6) 

Universal Studio Japan (7) 

Universal Studio Japan (8) 

** Kalau kalian kesini bawa koper karena belum sempat ke penginapan, nggak perlu khawatir. Disini tersedia banyak loker penitipan yang bisa diisi 2 koper kabin seharga ¥ 1000.

                  22 Maret 2019
3.2   Osaka Castle
Tempat ini menjadi salah satu tempat favorit gue di Osaka. Ya gue kan anaknya otentik gitu, suka aja sama tempat beginian. Walaupun nggak masuk ke museumnya, gue kayak dibawa ke zaman dimana castel ini pertama kali dibangun. Apa sejarahnya cari aja di google hehe. Sambil menghemat tenaga, gue naik kereta PP seharga ¥ 500 ke Osaka Castle dari pintu masuk. Karena lumayan jauh atau emang gue jompo? Mana aja boleh hahaha. Sepanjang naik kereta banyak pemandangan yang bisa gue nikmati termasuk orang-orang yang lagi berolahraga lari. Duh hebat amat sih masih bisa pada lari padahal suhunya 3◦C. Apakah lutut mereka gemetar? Haha. Belum selesai sampai situ, sesampainya didepan Osaka Castle gue mengeluarkan kocek lagi seharga ¥ 500 untuk naik perahu keliling sungai sambil dengerin nakhoda yang nggak gue mengerti bahasanya. Sambil nunggu giliran naik perahu, gue berjalan berkeliling.


Osaka Castle (1) 

Osaka Castle (2) 

Osaka Castle (3) , Takoyaki (¥ 500)

Osaka Castle (4) , Caffe latte Vending Machine (¥ 130)

3.3   Shinsaibasi
Mau liat gambar laki-laki pose terbang? Nah, Glico icon ada disini. Kalau kalian tanya Osaka itu kota seperti apa sih? Menurut gue Osaka adalah gabungan dari Tokyo dan Kyoto, modernnya ada ditambah otentiknya juga dapet. Nah, di kawasan Shinsaibasi ini ramenya orang lalu lalang deh. Lo mau cari barang dengan merk lokal atau interlokal ada disini. Hanya saja, pastikan lo lagi nggak kebelet pipis atau pup ya karena toilet disini agak langka. Sekalinya ada toilet, antriannya bisa bikin pipis dicelana wew. Tapi jangan sampe nggak makan atau minum ya. Hampir semua kawasan ramah turis kok, kamu tinggal tanya orang sekitar atau petugas yang berkeliaran letak tourist center dan bakalan dianterin sampai tempat. Biasanya, di tourist center tersedia fasilitas umum seperti toilet dan tempat ibadah. 98 % toilet di Jepang itu bersihnya bukan main plus canggih termasuk ditempat umum seperti di stasiun MRT.

Glico icon, source google

4.       Kyoto
                  23 Maret 2019
4.1   Bamboo Groves
Kalau lihat foto Bamboo Groves bertebaran di sosial media hasilnya bagus-bagus deh haha. Hanya saja pas gue kesana semua masih hijau dan hampir tidak ditemukan sakura. Beberapa perkiraan bilang ditanggal ini harusnya sakura sudah bermekaran. Ya namanya juga kira-kira. Kira-kira bisa salah kira-kira juga bisa benar haha. Walaupun demikian gue cukup impressed sama tempat ini. Ditengah-tengah bambu yang jumlahnya jutaan, ada kuil yang very authentic. Ditambah lagi banyak babang becak kuat yang narik becak ditengah dinginnya angin. Bang sini nanti adek pijetin lol.


Bamboo Groves, source google


Salah satu kuil di sekitaran Bamboo Groves

Babang kuat bersama becak dan penumpangnya, (+/- ¥ 10.000)

Mochi strawberry (¥ 200)

Geisha, ketemu waktu jalan pulang

4.2   Fushimi Inari Taisha
This place is my no 1 favourite. Tempat simbolis yang paling terkenal se-Kyoto kali yah. Pakai Kimono sambil jalan-jalan menembus angin, acting like a local is very interesting. Sekitar 1000 torii berderet kokoh di kuil ini bikin gue terkesan, walaupun gue nggak berjalan sampai akhir, lagi-lagi karena dingin guys haha. Belum lagi kuil ini dibangun sekitar tahun 1499 dan masih berdiri dengan kokohnya sehingga bisa kita nikmati sampai saat ini. Info selengkapnya bisa cek di google ya. Harga sewa Kimono ¥ 3200.

Fushimi Inari (1)

Fushimi Inari (2)

Fushimi Inari (2), kentang lilit (¥ 200)

4.3   Kiyomizudera
Gue sampai ditempat ini kira-kira pukul 18.00 waktu setempat, hari sudah mulai gelap, sepi dan semakin dingin. Gue cuma sempet foto-foto sebentar kemudian mencari kehangatan di Starbucks yang berbentuk rumah tradisional Jepang. Sebagai informasi Kyoto adalah kota paling tradisional dan sepi jika dibandingkan Tokyo dan Osaka. Jadi jam kehidupannya juga jauh lebih pendek.

Kiyomizudera

Berapa sih jumlah biaya yang dikeluarkan?
Gue coba kasih perinciannya ya, tapi untuk biaya bisa disesuaikan dengan kantong masing-masing + gaya liburan lo. Oia, alat transportasi yang gue pakai untuk pindah kota dari Tokyo – Osaka & Kyoto – Tokyo pakai Willer bus (Bus malam dengan perjalanan selama +/- 7 jam jadi sekalian bobok dijalan.) Tapi saran gue sih mending pakai Shinkansen walaupun lebih mahal tapi hemat waktu juga tenaga.

Tiket PP + Bagasi by Air Asia : Rp 3.360.000
Visa by Dwidaya tour : Rp 635.000
Modem 7 hari : Rp 70.000
Willer bus Tokyo - Osaka : Rp 1.113.421
Willer bus Kyoto - Tokyo : Rp 1.113.421
Kartu MRT ¥ 500 (Pasmo) : Rp 63.625
Biaya MRT ¥ 7000 * 127.25  : Rp 890.750 
Tiket USJ : Rp 1.007.000
Tiket Oedo Onsen : Rp 182.000
Tiket Gyeon Shinjuku ¥ 200 : Rp 25.450
Hotel Tokyo 2 night : Rp 900.000 (lupa fixnya)
Hotel Osaka 1 night : Rp 335.000 (lupa fixnya)
Hotel Kyoto 1 night : Rp 403.672
1 day pass Metro : Rp 89.500
Tiket Keisei Skyliner to Narita : Rp 249.000

TOTAL                                               : Rp 10.437.839

** Belum termasuk makan, jajan dan oleh-oleh karena sifatnya fleksibel ya. Harga makanan disana jauh lebih murah dari Korea guys. Dan yang bikin hepi adalah boleh sharing, walaupun jarang sharing juga sih karena selalu merasa lapar saking dinginnya hahaha. Hmm, satu lagi banyak vending machine lucu-lucu. Selain minumannya enak-enak yang tersedia dingin dan panas, juga jadi salah satu spot foto loh.


Vending Machine (1)

Vending Machine (2)

Gue itu buta arah tapi agak susah menjelaskan kenapanya karena mungkin nggak masuk akal, tapi ya inilah gue. Jadi, kemarin ada beberapa tempat, dimana gue lebih mengandalkan bertanya sama orang dengan bahasa yang terbatas. Tapi, mungkin bisa dibilang budaya mereka, kalau ada orang yang bertanya dan dia susah menjelaskan, orang tersebut akan mengantarkan lo ke tempatnya. And i call that God’s help. 

Travelling teach you to know your self deeper and better.


Cheers,
Jangan Lupa bahagia, kawan!

2 comments:

  1. Sumpah setelah liat foto dan baca tulisannya jadi pengen banget kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe harus kesana. Aslinya jauh lebih bagus dr foto loh 😆

      Delete