Tuesday, August 8, 2017

Memanjakan Mata dengan Eksotisnya Labuan Bajo, Flores



                Jalan-jalan kali ini bakalan membahas keseruan selama sailing komodo. Pada awalnya saya berencana jalan-jalan ke Flores tanpa menggunakan tour. Tapi setelah melihat berbagai review, akan sangat membantu dan menjadi lebih praktis jika memakai jasa tour. So, setelah negoisasi panjang bersama rombongan, akhirnya diputuskan menggunakan tour dari @indonesiajuaratrip.


                Berbagai persiapan dilakukan demi terlaksananya liburan tanpa sakit dan siap secara fisik maupun mental. Kok terdengar lebay sih? Mungkin ada beberapa yang bertanya demikian. Kalau melihat itinerary dari sailing komodo, jalan-jalan kali ini bisa dibilang fisik banget. Gimana nggak, aktivitasnya adalah snorkeling – trekking – snorkeling – trekking dst. Jadi, biar nggak cepat capek, dianjurkan sekali untuk melakukan latihan fisik (lari atau workout) minimal 1 minggu sekali. Dan satu lagi, karena kehidupan selama 3D2N akan dilakukan dilautan lepas yang notabene berbeda dengan di darat, tidak ada salahnya mempersiapkan barang-barang kebutuhan secara cukup.






                Sailing komodo adalah istilah yang digunakan untuk mengarungi/berlayar dari satu pulau ke pulau lain di Labuan Bajo. Apakah 3 hari 2 malam cukup? Jawabnnya cukup, jika menginap di kapal, mengingat jarak dari satu tempat ke tempat lain jauh. Kalau nggak mau menginap dikapal tapi lebih memilih di hotel apakah bisa? Bisa. Tapi waktu yang dibutuhkan jauh lebih banyak pula, mungkin bisa 5D4N atau lebih, dengan alasan jarak tadi. Bagi saya yang baru pertama bermalam di kapal dan tidur di laut lepas bisa diwakili dengan satu kata interesting. Dengan fasilitas 3 kamar ber-AC, masing-masing kamar dapat diisi oleh 4 orang, 2 kamar mandi, dek kapal diatas dan dibawah. Dan yang paling yang penting makanannya enak-enak. Kamu nggak perlu khawatir kekurangan makanan. 

 Dok. Pribadi Indonesia Juara Boats

Dok pribadi :  Duduk santai di dek atas

Ternyata crew kapalnya pada jago masak loh. Dijamin kamu bakalan lupa kalau lagi diet :p. Sedangkan kapal yang lebih besar dengan fasilitas yang sama, bedanya kapasitas jumlah perkamarnya saja, bisa lebih banyak. So don’t worry, kamu akan menjumpai rasa nyaman sekaligus aman ketika memutuskan hidup dikapal beberapa hari.

DAY 1
  1. Kanawa Island
Sejak awal pihak tour sudah menginformasikan titik penjemputan yaitu bandara udara Labuan Bajo jam 9 pagi waktu setempat. Karena saya sudah ada di Flores 1 hari lebih cepat, maka saya dan rombongan dijemput di Sunset Hill hotel, tempat kami menginap.
Ps. Tempat penjemputan bisa di koordinasikan h-1 dari tanggal sailing komodo. 


  Favourite pose

 Welcome to Kanawa Island

Setelah semua rombongan berkumpul di pelabuhan Labuan Bajo (yang kebetulan berjumlah 26 orang dari berbagai daerah) 2 kapal siap melaju ke Kanawa Island. Waktu tempuh menuju pulau ini sekitar 1 jam 30 menit. Aktivitas yang akan dilakukan adalah snorkeling. Ah, catatan nih kalau kamu mabok laut disarankan perut jangan sampai kosong ya. Karena mabuk laut dapat dihindari dengan cara membuat perut kamu kenyang terus. Supaya kamu bisa menikmati sensasi desiran ombak dalam perjalanan.

 Pasir Putih dan Langit Biru, Indahnya Kanawa Island

Pantai dipulau ini bersih. Pasirnya yang lembut dan putih ditambah dengan langit biru yang memancarkan panasnya matahari membuat kamu kepengen nyebur. Tapi, kalau mau snorkeling, kamu perlu berhati-hati karena banyak bulu babi yang mengintai. Banyak tempat yang sudah dirancang supaya wisatawan bisa mengambil banyak photo. Jangan lupa gunakan sunblock minimal 80++ SPF, untuk menghindari kulit yang terbakar matahari.

Full Team

  1. Jelly Fish Point
Tujuan berikutnya adalah Jelly fish point. Namun konon katanya tempat ini sudah agak hancur diakibatkan fenomena alam, so destinasi diubah ke Telur Sebayur.

  1. Teluk Sebayur
Hanya butuh waktu sekitar 20 menit ke tempat ini dari tempat sebelumnya. Kata petugas kapal sih teluk ini lebih asyik untuk snorkeling. Selain agak dalam, tidak ada bulu babi yang mengintai jadi aman banget untuk eksplore lautnya. Berbeda dengan Kanawa Island, teluk ini tidak memiliki pantai. Jadi kamu langsung loncat dari kapal ke laut. Are you ready guys?

Photo taken under the sea
  1. Gili Laba Sunset Point
Tempat terakhir di hari pertama adalah Gili Laba. Gili Laba merupakan selat pertemuan dua pulau yaitu Gili Laba Darat dan Gili Laba Laut. Trekking adalah aktivitas yang harus dilakukan sebelum melihat indahnya matahari terbenam. Jangan khawatir hanya dengan waktu 5-10 menit saja kita sudah bisa sampai di puncak dan mulai menikmati proses matahari terbenam.
Dengan terbenamnya matahari, maka perjalanan hari ini selesai. Hari pertama ini kita bermalam di Gili Laba. 

 Gili Laba

Ps. Saat malam tiba, kamu bisa menikmati langit penuh bintang. Pemandangan yang sangat jarang kita temui di Jakarta bukan? Mulai hitung bintangnya dan temukan bintangmu :D

 Three men waiting for the sunset


 In the Middle way to Gili Laba Sunset Point

 Travel mate

DAY 2
  1. Gili Laba Sunrise Point
Masih di Gili Laba dengan titik poin yang berbeda, kita akan menikmati sunrise. Bangun jam 4 subuh kemudian dilanjutkan mendaki ke puncak dengan waktu 20-30 menit. Estimasi waktu ini bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung kecepatan si pendaki. Medan yang berbatu mengakibatkan rasa lelah cepat menghampiri. Pastikan kita memakai sandal gunung atau sepatu olahraga yang nyaman serta membawa alat penerangan selama perjalanan. Matahari terbit jam 6.30 di langit Flores. Sambil menunggu, kamu bisa mengabadikan banyak moment dengan potret diri berlatarkan pemandangan yang indah.

 Warna-warni langit menyambut sunrise


 Matahari terbit di langit Flores

Pose is a must

  1. Taka Makassar
Pertama mendengar Taka Makassar, saya agak bingung, tempat seperti apa sih yang dimaksud? Tempat ini disebut pulau pasir. Karena pasir yang timbul dan membentuk pulau sehingga disebut Taka Makassar. Sebenarnya Taka Makassar bukanlah satu-satunya pulau yang memiliki pasir, namun tempat ini terbilang unik karena tidak hanya satu tapi dua pulau pasir yang menonjol ke daratan. Pasir yang ada bentuknya besar-besar yang berasal dari pecahan koral. Bahkan kalau dilihat-lihat pecahan itu kebanyakan berwarna merah. Sangat cantik.

 This is what we do


Enjoying vitamin sea

 Awesomeness Taka Makassar

Salah satu koral di Taka Makassar

  1. Manta Point
Apa sih manta? Ikan pari manta (Manta birostris) adalah salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia. Lebar tubuhnya dari ujung sirip dada ke ujung sirip lainnya mencapai hampir 7 meter (kemungkinan lebih karena ada laporan yang mengatakan bahwa ada manta yang lebar tubuhnya mencapai 9,1 meter) (Source google). Nah di Manta Point inilah tempat untuk berjumpa spesies ini. Tapi jika arus sedang cukup besar, manta agak sulit ditemukan. Kalaupun ada, jumlahnya hanya sedikit. Berkat kesabaran menunggu selama +/- 3 jam, akhirnya rombongan kami menemukan 3 manta besar. And we are so happy. 

Can you see a Manta?

Ps. Bagi kamu yang nggak mahir berenang disarankan berhati-hati karena arusnya cukup besar.  

  1. Pink Beach
Sedikit berbeda dengan Taka Makassar, pasir disini terbilang lembut. Warna merah atau pink berasal dari pecahan koral dalam jumlah yang sangat banyak. Hanya saja pada saat saya kesana warnanya masih lebih dominan putih, kemungkinan pecahan koralnya sedang tidak banyak. Kalau dari pesisir pantai, kita bisa melihat perubahan warna air laut yang sangat jelas mulai dari hijau, biru, pasir pink dan pasir putih. Gradasi warna yang ciamik. 

My beach life
Pose mendekati berhasil, setelah puluhan kali jepret

  1. Komodo Island
Namanya juga sailing komodo, nggak afdol kalau belum bertemu hewan langka satu ini, Komodo. Untuk bisa melihat hewan yang dilindungi ini secara langsung, ada dua pulau yang menjadi habitatnya yaitu Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Taman Nasional Komodo ini melindungi komodo yang jumlahnya makin berkurang tiap tahunnya. Info dari ranger (Poilisi Hutan) jumlah komodo yang dilindungi saat ini sekitar 1000-2000.
Sebelum memulai perjalanan untuk menyusuri taman nasional komodo, ada beberapa aturan yang wajib ditaati oleh wisatawan, diantaranya:

  1. Jangan mengambil apapun dari hutan
  2. Tidak ribut (Komodo sensitif dengan suara)
  3. Bagi kaum wanita yang sedang menstruasi tetap diperbolehkan ikut dalam rombongan asalkan lapor dan dekat-dekat dengan ranger.
  4. Mengikuti instruksi dari ranger
Ps. Saya sedang menstruasi saat itu dan aman kok ikut dalam rombongan. So don’t worry girls.
Ada rute atau dikenal dengan Loh Liang Walking Trails yang bisa kalian pilih dalam menyusuri taman ini, diantaranya adalah track super short, short, medium, long dan Adventure track. Rombongan saya memilih short track, mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WITA. Ada anjuran bahwa sebelum matahari terbenam, wisatawan ataupun petugas sudah tidak boleh berkeliaran dihutan.
Ranger in action
 
Karena sedang musim kawin, biasanya komodo jantan berkeliaran di bukit mencari komodo betina. Alhasil, track yang seharusnya jalan santai jadi mendaki dilahan berbatu disertai banyak pohon berduri. Semua dilakukan demi bertemu sang hewan langka. Sekitar 15 menit dengan langkah besar-besar, akhirnya kami dapat melihat komodo yang mereka panggil dengan Hercules. Konon katanya dia yang terbesar.
Rasa haru, deg-degan, takut sekaligus excited secara bersamaan bercampur aduk. Dan semakin merasa puas setelah berhasil foto dengan berbagai pose bersama komodo.

Hercules
Yeaaayy, we make it!

Hari kedua ini kita bermalam di pesisir laut dekat kampung komodo. 

DAY 3
  1. Pulau Padar
Hari terakhir di Flores nih, sedih rasanya. Liburan ini terasa cepat berlalu. Perjalanan dari Kampung Komodo ke Pulau Padar membutuhkan waktu +/- 3 jam. Sekitar jam 9 pagi kapal kami tiba di pulau yang terkenal dengan danau tiga warna. Bisa dikatakan, perjalanan ke pulau ini paling seru. Bukan berarti yang lain nggak seru ya. Kenapa? karena ombaknya super gede. Dalam perjalanan, kami melewati pusaran air, dengan posisi kapal yang condong kekiri, agak serem but thanks to nahkoda karena berkat kemahiran, kecepatan dan cekatannya dia dalam mengendarai kapal dan seluruh awaknya, sehingga kapal kami bisa melewatinya.

 In the middle of Padar Island

                Sampai di Pulau padar, saya disambut anak tangga yang terbuat dari kayu yang jumlahnya tidak sempat saya hitung. Anggap saja dimanjakan sebelum melakukan the real trekking. Saya itu anak gunung bukan anak pantai. Kenapa? Saya lebih suka naik gunung karena secara tidak langsung akan membawa saya mengetahui karakter orang-orang disekitar. Apa kamu tipe yang penting saya sampai ke puncak walaupun sendirian? Atau nggak apa-apa lama sampainya yang penting saya tetap bersama teman-teman? Nah keliatan deh pas lagi daki-mendaki begini.

 A way to Padar Island

                Medan berbatu dipenuhi pasir membuat arena ini dibilang cukup sulit dan melelahkan. Gimana nggak, jalanan yang kecil dan harus bergantian dengan orang yang berlawanan arah. Sekali lagi butuh pijakan yang mantap saat melangkah (seperti hati harus mantap :p). Waktu yang diperlukan sekitar 40 menit menuju puncak Padar. Rasa lelah terbayar sudah ketika melihat keindahan yang menakjubkan. How great is our God. Bersyukur dengan karya Tuhan yang luar biasa. 

 The Beautiful of Padar Island
 Our happy faces

  1. Kelor Island
Tujuan akhir dari jalan-jalan kali ini adalah Pulau Kelor. Waktu yang ditempuh dari Pulau Padar ke Pulau Kelor sekitar 2 jam. Pulau Kelor menjadi tujuan terakhir karena rutenya sama menuju Pelabuhan Labuan Bajo. Pulau ini memiliki pantai sekaligus bukit. Kamu bisa menikmatinya secara bersamaan, snorkeling dan trekking juga. Selain itu, terdapat beberapa pohon yang jarang dedaunannya, bagus banget untuk dijadikan spot foto.

 Pulau Kelor

Interesting Right?

 Dari Puncak Pulau kelor

                Rasa puas dan keindahan yang diberikan Labuan bajo selama 3D2N akan membuat kamu makin jatuh cinta sama alam Indonesia. 

Kalau ada yang tanya gimana ulasan dari tournya? Sama dengan namanya, JUARA. Saya dan teman-teman puas dengan pelayanan yang diberikan. Mulai dari harga sailing, penjemputan, pelayanan selama perjalanan sangat membantu kami menikmati jalan-jalan ini. 

Jalan-jalan kali ini terasa beda banget dari yang sebelumnya. Feel-nya beda deh. Ketika mengungkapkan kata terpesona untuk setiap pemandangan disana terasa nyata karena saya menyaksikannya sendiri. So, kamu kapan kesana?

Total Pengeluaran
  1. Tiket CGK-DPS(Transit)-LBJ : 1700 K (Lion-Nam)
  2. Tiket LBJ-CGK (Direct) : 1900K (Garuda)
  3. Sailing Komodo : 2500 K
Include : Living on board 3D2N, dokumentasi, makan 3x sehari, air mineral selama trip, entrance fee, tour leader, Alat snorkeling, pelampung dan jemputan dari/ke bandara/hotel.

  1. Hotel + makan + jalan-jalan : 817 (1 hari sebelum Sailing Komodo) liat article sebelumnya
  2. Transport Home-CGK Airport-Home : 200
Grandtotal : 7117K

10 comments:

  1. Kerreeeennn.. ķaya baca online diary yah..( baru kesampean buka) amazing story.. 👍👍👍👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe makasih udah mampir ya :) Keren yah Labuan Bajo :D

      Delete
  2. Replies
    1. Thank you ya. Makasih juga sudha mampir. Enjoy my blog :)

      Delete
  3. ini KAMERA dan cara pengambilannya yang bagus, atau memang benar-benar bagus? :)

    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Ina. KOlaborasi keduanya. Pemandangannya memang bagus sekali. Kalaupun hanya pakai kamer phone hasilnya tetap bagus kok. Beberapa foto ada yang diambil pakai camera phone juga kok :)

      Delete