Pages

Friday, September 29, 2017

High Expectations, High Disappointed too?


Gila yah nggak nyangka aja jadinya kayak gitu.”
“Gue cuma bisa geleng-geleng sama kelakuannya.”

                Pernah mengucapkan pernyataan diatas? Atau malah menerimanya dari oranglain? Kira-kira penyebab timbulnya pernyataan tersebut apa sih? Beberapa kemungkinannya :

1.       Memiliki harapan yang tinggi terhadap seseorang atau sesuatu
2.       Terlalu percaya
3.       Nggak punya kecurigaan

 Source google

Wajar? Tentu saja. Memiliki pikiran yang positif itu penting, apalagi harapan yang positif. Tapi masalahnya, apakah harapan tersebut terlalu tinggi untuk ditetapkan apalagi diraih?





Misalnya : Seseorang datang on time ke acara jamuan makan.
Kondisi diatas bisa terjadi dengan harapan seperti berikut
1.       Acara tersebut bisa mulai on time juga
2.       Nggak mau membuat orang lain merasa nggak nyaman dengan keterlambatan kita
3.       Nggak suka kalau orang lain datang telat, so kita terapkan dulu ke diri sendiri.



Apakah ketiga harapan diatas bisa kejadian? Bisa jadi, bisa juga nggak. Nah, hal tersebut namanya ekspektasi. Terwujud nggaknya selalu related dengan pihak kedua. Semakin banyak harapannya, semakin banyak juga kemungkinan kegagalannya. Jadi, salah nggak sih punya ekspektasi lebih? BIG NO. Semuanya balik lagi ke how we manage our expectations. Termasuk didalamnya tentang apa, dan siapa yang sedang kita gantungkan harapan itu. 

Sekitar dua minggu lalu, saya belanja di sebuah online shop milik teman. Harga barang disana relatif murah. Saat hendak membayar, teman tersebut malah menjual barangnya dengan harga dasar.
“Nggak semua hal harus diuntungin kok.” Demikan pernyataan teman saya. Kondisinya kami sama-sama tahu sumber barang tersebut berikut harganya. Hanya dalam pikiran saya, sah kok kalau dia tetap menjual dengan harga jual. Namanya juga bisnis, mencari keuntungan dari semua celah yang ada, but she didn’t. Poinnya adalah di saat kita nggak berharap lebih, malah mendapat bonus. 

Kalau ada yang tanya “Gimana kalau seseorang memanfaatkan celah dari harapan kita demi keuntungan sendiri?” You can’t please everyone and so them too. Anggap aja begitu, dan CUKTAW AJA DEH. Kalau begitu, bagaimana sih baiknya? Menurunkan ekpektasi? Nggak berekspektasi sama sekali? Lagi-lagi semua kembali ke kamu. Berangkat dengan hal positif hasilnya akan positif juga kok. Tapi mungkin di jalan yang lain. Percaya dengan istilah “Apa yang kamu tanam demikianlah kamu akan menuainya.” Maybe not you but the generation after you to enjoy it.