Saturday, March 25, 2017

Pangandaran Trip


                Memutuskan untuk liburan adalah salah satu cara agar tetap waras ditengah sibuknya dunia pekerjaan. Sesuai dengan motto dari tripaddicts “Jalan-jalan itu bikin lo kecanduan” dan memang benar saya kecanduan traveling, kemana saja. Selain menyenangkan, traveling juga bisa dibilang mengembalikan energi yang terkuras selama beraktivitas. Kali ini liburan bareng @tripaddicts ke Pangandaran.



Trip Addicts
  1. Green Canyon
Tujuan pertama adalah Green Canyon. Setelah menempuh +/- 12 jam perjalanan dari Jakarta ke Pangandaran dengan menggunakan ELF, main air sepertinya menjadi pilihan yang tepat. Sarapan di batu karas yang lokasinya tidak jauh dari meeting point untuk body rafting.




Team Green Canyon

Persiapan pertama, menggunakan perlengkapan body rafting dimulai dari pelampung, sepatu karet yang disediakan (standar untuk body rafting), pelindung lutut dan helm. Dari tempat meeting point, kami menggunakan mobil bak terbuka menuju lokasi pendakian. Waktu yang diperlukan sekitar 20 menit, dilanjutkan dengan naik turun bukit selama 15 menit.


Our Happy faces

Sabtu, 18 Maret 2017 pukul 10.00 WIB dibuka dengan briefing tentang hal-hal yang perlu diperhatikan selama body rafting oleh pemandu. Berbeda dengan rafting yang menggunakan perahu sebagai medianya, body rafting menggunakan tubuh sendiri untuk terapung di air.

Saat sampai start, ternyata saya harus melompat ke air dari atas batu yang tingginya 2 meter. Lemes!!!! Baru saja sampai dan harus langsung lompat. Deg-degan banget. Percayalah untuk saya yang suka main air tapi nggak bisa berenang, di suruh lompat itu sangat menakutkan. Tapi masa balik lagi ke atas?!? malu dongggg. Dan saya pun lompat, blup blup blup…. Thanks to pelampung yang membawa saya naik ke permukaan. Berenang sekitar 3 meter, naik ke batu dan saya harus lompat lagi. Kali ini dengan arus yang lebih kencang dari sebelumnya. Takut? tentu saja. Bahkan saya beberapa kali berdoa dan lutut lagi-lagi terasa lemas. Disemangati oleh teman-teman, yang nasibnya nggak beda jauh dengan saya. Nggak bisa berenang, selalu panik kalau ketemu air but we make it happen! Saya berhasil untuk kedua kalinya. Naik turun batu, terbentur sana sini. Membiarkan arus air membawa saya menepi untuk mendarat sejenak. Mempercayakan rekan didepanmu untuk memimpin menyusuri sungai. Naik ke atas batu yang tingginya 7 meter dengan bantuan tali dan kerjasama teman-teman. Kurang lebih saya harus lompat 15 kali dari batu yang tingginya beragam. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke finish sekitar 5 jam. Lama juga yah perjalanannya. Lelah tapi nggak berasa.



Pemandangan yang disuguhkan membayar semua perjuangan selama 5 jam dengan semua gaya lompatan. Bagus banget, indahnya ciptaan Tuhan dan saya tinggal menikmati. Ada batu yang tingginya 5 meter, bentuknya menyerupai payung sehingga disebut batu payung dengan pantulan sinar matahari menghasilkan pelangi, so beautiful.


Can you see the rainbow ?

Kalau ada yang tanya, what do you feel? So Proud of my self! Saya berhasil mengalahkan rasa takut. Takut tenggelam, takut terbawa arus, takut celaka dan takut lain-lain. Karena body rafting ini, rasa takut itu sebenarnya kita sendiri yang buat. Saat saya bilang bisa, maka saya bisa. Saya yakin berhasil, maka berhasil akan diraih. Dan jangan lupa ada orang-orang disekitarmu. Dan hmm satu lagi, saya berhasil keluar dari posisi nyaman hanya menonton orang bermain air, tapi saya menikmati bermain air. So Happy.  



Pernah ada yang bilang
“Kok mau sih ikutan body rafting?”
“Kok berani banget?”
Untuk cerita ke anak cucu hahaha. Untuk saya, setiap traveling punya sensasi, cerita sendiri dan yang penting saya happy melakukannya. Selera mungkin kata yang tepat, selera liburan saya ya begini salah satunya hahaha. It’s me and you… ?

  1. Batu Karas
Batu karas adalah salah satu pantai yang ada di Pangandaran. Sayangnya cuaca nggak terlalu bagus saat itu. Hujan sepanjang hari. Jadi jadwal melihat sunrise nggak terpenuhi. Hanya jalan-jalan pagi disekitar pantai.

  1. Pantai Batu Hiu
Pantai lain yang dikunjungi adalah pantai Batu Hiu. Ombaknya lumayan besar. Sehingga sedikit sekali yang main disekitaran pantai. Ada bukit yang kita naiki dan bisa melihat pantai dari atas. Kenapa dibilang pantai Batu Hiu? Alasan pastinya sih nggak tau ya, tapi ada monumen/patung ikan hiu yang bertengger ketika memasuki kawasan ini. Cukup oke untuk hunting photo.






  1. Citumang
Selain Green Canyon, Citumang bisa jadi salah satu tujuan body rafting. Nah, Citumang juga menjadi tempat body rafting kedua rombongan saya kali ini. Arusnya cukup tenang tidak sederas Green Canyon. Lama body rafting disini kurang lebih 1 jam. Apa tetap ada adegan lompat ? Tentu saja ada. Tidak sebanyak di Green Canyon. Ada air terjun kurang lebih 3 meter dan harus lompat dari sana. Gimana kalau nggak mau? Kalau nggak mau berarti kamu nggak bisa pulang hahaha.
Ada bagian naik ke atas menggunakan ranting-ranting pohon sekitar 9 meter dan melompat. Nah, kalau yang ini bagi yang mau saja.


Team Citumang



Apa saja sih yang perlu dipersiapkan untuk body rafting? Sebenarnya sih nggak perlu persiapan yang gimana-gimana. Cukup mempersiapkan diri untuk lompat saja J. Dan satu lagi, karena ini sungai yang nggak terlalu bersih, buat teman-teman yang memiliki kulit sensitive lebih baik membawa sabun antiseptic atau sejenisnya supaya terhindar dari bentol-bentol yang agak mengganggu.

Kalau kalian mau jalan-jalan kesana bisa menghubungi tour yang saya pakai nih @tripaddicts harganya ramah banget di kantong.

Biaya all in one Pangandaran Trip 750K/orang.



                

Wednesday, March 15, 2017

Kamu Meminta, Shopback Kabulkan!

Sejak 2 tahun belakangan ini, olahraga menjadi salah satu kegiatan rutin yang saya lakukan. Selain menjadikan tubuh terasa lebih sehat, olahraga juga membuat pikiran lebih positif. Salah satu olahraga yang saya lakukan adalah lari.

Nah, kenapa lari bukan olahraga lain yang dipilih? Lari itu salah satu olahraga yang paling murah, mudah dan menyenangkan. Apalagi jika dilakukan dengan teman-teman. It’s more than sport but make you having fun. Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebagai penunjang saat melakukan olahraga ini. Salah satunya adalah sepatu. Sepatu itu banyak jenisnya mulai dari sepatu lari, training, atau jalan-jalan.

                Rutin melakukan lari artinya membutuhkan sepatu yang memadai supaya bisa maksimal dalam melakukan latihan. Sepatu lari salah satunya. Semakin baik kualitas, bentuk dari sepatu yang kita gunakan mempengaruhi jarak yang akan kita tempuh saat berlari. Dan yang pasti tidak akan membuat kaki kita cepat lelah.

                Sedangkan penunjang lain untuk tampil lebih kece saat berolahraga, kamu bisa menggunakan aksesoris berupa jam tangan. Jam tangan sporty atau casual namun tetap berkesan trendy bisa jadi pilihan. Jadi, sepatu lari dan jam tangan adalah salah satu barang impian saya :)

Semua barang impian kamu bisa didapatkan dengan belanja di Shopback. Jangan khawatir, Shopback sudah berpartner dengan banyak e-commerce. Tinggal sekali klik, maka kamu akan mendapatkan barang impian dengan mudah, hemat dan cepat. Eits, satu keuntungan lagi yang bakal kamu dapatkan kalau belanja di Shopback. Sesuai dengan namanya SHOPBACK, saat kamu membeli maka kamu akan mendapatkan cashback. Kamu bisa melakukan Request Payout di Shopback kamu.
Kok bisa ya ? Masih bingung gimana cara kerjanya?



Ini dia penjelasannya : ShopBack merupakan situs dimana kamu bisa mencari dan mendapatkan penawaran & diskon menarik dari sekitar 300 toko, plus Cashback! Makna Cashback is really just "getting cash back" - adalah pendapatan uang kembali. Ketika kamu berbelanja online melalui ShopBack, kami mengembalikan sebagian uang yang kamu bayar dalam bentuk Cashback. Ini berarti kamu bisa berhemat dengan mendapatkan uang ekstra yang tak terbatas setiap kali kamu belanja online melalui ShopBack!

                Jadi tunggu apalagi? Segera daftarkan dirimu, buat accountnya dan dapatkan barang impianmu! Belanja ? Shopback-in aja!


Tuesday, March 14, 2017

Terus Jadi Sayang ?


Menjawab tantangan dari Pypy tentang 15 fun-fact of me. Kenapa 15 ? Kalau lebih nanti kita ngobrol aja ya haha. Semoga yang sudah sayang tambah sayang, yang belum sayang jadi sayang. So this is it :


  1. Jangan pernah ngajak ngobrol saya kalau lagi ngantuk. Kenapa ? Selain nggak akan konsen, lama-lama suka jadi bete, tapi berusaha nggak nge-betein orang. Cuma jadinya susah sendiri.
  2. Suka banget sama kopi. Tapi bukan kopi hitam. Punya maag yang cukup akut, agak takut minum kopi hitam dan belum dapet aja sensasi kenikmatannya.
  3. Suka ruangan yang rapih dan bersih. Silahkan datang ke rumah/kost-an saya deh. Semua barang tersusun rapi. Turunan dari mama sepertinya. Dan boleh tanya ke satu ruangan kantor, suka risih dan bawel kalau liat sesuatu yang berantakan dan akan berinisiatif beresin lemari yang isinya peratalan makan anak-anak. Mungkin saya calon mamak yang baik lol.
  4. Waktu baru lahir, kepala saya di keremunin semut (cerita mama). Saking manisnya mungkin. Semutpun tahu :p
  5. I’m so in love with writing, traveling and watching movie. Nonton dan jalan-jalan itu bisa jadi salah satu cara mendapatkan inspirasi.
  6. Tempat sampah alias tempat curhatnya keluarga dan temen-teman terdekat. Don’t worry I’m happy with that. Kerahasiaan terjamin! Really good listener.
  7. Kalau nggak suka sama orang kelihatan. Nggak apa-apalah ya daripada pura-pura baik.
  8. Boros, tapi saya cukup pintar menabung lho.
  9. Terstruktur, terorganisir tapi diajak spontan juga asik kok.
  10. Suka kentut dimana saja kecuali di tempat makan ya. Berhubung kalau ditahan perut langsung kembung, maafkan kalau tiba-tiba ada bau-bauan aneh.
  11. Semangat kalau sedang cerita sesuatu, walaupun jatuhnya suka heboh haha.
  12. Mencintai olah raga dan hal-hal yang sehat, sejak 2 tahun belakangan ini.
  13. Galak ? masa sih?
  14. Jangan panggil saya Kris, please!
  15. Cinta Indonesia. Tepatnya lagi jatuh cintanya sama Indonesia. Entah tepatnya sejak kapan saya belajar tidak apatis sama Negara sendiri. (Yang ini agak berat ya)

So, demikianlah 15 fakta tentang saya. Terus jadi sayang ? Sekarang saya tantang Mita my partner in writing. Tantangan ini jangan sampai berhenti dikamu. Di tunggu ya.

Friday, March 3, 2017

8 Hal Menarik yang Akan Kamu Temukan di Film Bukaan 8



Kalau ditanya cinta itu apa ? Cinta itu tidak pernah beralasan, cinta itu ya cinta.


Bicara soal cinta memang tidak pernah ada kata habis. Ia tidak pernah berhenti merakit ceritanya sendiri bagi para penikmat cinta. Pasangan suami istri, Alam (Chicco Jerickho) dan Mia (Lala Karmela) merangkai kisah mereka dengan cara yang berbeda, merebut restu dari Abah (Tyo Pakusadewo) dan Ambu (Sarah Sechan) dengan cara yang tidak biasa. 




“Kamu mending nyetir yang bener deh!. Aku bisa ngelahirin di mobil kalau begini caranya.” (Mia)
Dalam perjalanan ke rumah sakit, Mia istrinya sudah mengalami kontraksi mengomel kepada Alam yang multitasking, tangan kanan memegang setir dan tangan kiri melakukan tweetwar. Nyaris menabrak mobil didepannya karena sibuk sendiri dan nggak fokus. Please don’t do that babe. It’s dangerous. 

Dalam membuat karya, Angga Dwimas Sasongko hampir selalu mengangkat tema yang sedang happening di masyarakat. Kali ini film dengan genre drama komedi memasukkan unsur politik, media sosial, drama cinta dan keluarga. Menggunakan dialog dengan bahasa sehari-hari menjadikan setiap adegannya terasa dekat.

Pekerjaan Alam sebagai celebtweet, pemilik penerbitan indie dan blogger idealis yang agak sulit di mengerti oleh sebagian orang, termasuk mertuanya sendiri memaksa Alam memberikan usaha ekstra dalam merebut restu. Perjuangan memberikan yang terbaik untuk istri dan kelahiran anak pertamanya menjadi pembuktian cinta Alamia. Apa saja hal menarik dari film ini ?

  1. Artis Social Media, salah ?
Selaras bukaan yang dialami oleh Mia, ada saja kejadian yang dialami oleh Alam. Mulai dari bukaan pertama sampai delapan. Salah satuanya, kepindahan kamar dari kelas 2 ke kamar yang jauh lebih luas namun bukan VIP dan juga masih bau cat ini bisa terjadi karena keartisan Alam di media sosial. Bermodal followers 48K, membujuk marketing rumah sakit dimana 1 kicauan dengan respon re-tweet dihargai 300-400K. Hal ini jadi salah satu keuntungan jadi celebtweet.




  1. Mertua unik tiada duanya
“Ini teh rumah sakit atau apa ? Kok nggak ada yang menyambut kieu.”
Kicauan Ambu, ibu dari Miayang-nya Alam saat tiba di rumah sakit. Entah teori dari mana, kalau datang ke rumah sakit harus disambut. Oh, Ambu you’re so funny and gemesin. Ambu, si ibu mertua yang mungkin mewakili salah satu dari seribu jenis mertua yang ada. Cerewet, heboh, terburu-buru, sedikit mengesalkan tapi sesungguhnya ingin yang terbaik untuk anaknya, tapi lupa kalau anaknya tersebut sudah menjadi tanggung jawab suami.
“Kepada para mertua, please….sedikit kalem yah kalau anaknya sudah menikah”




  1. Belajar tanggung jawab itu….
Bu hati-hati dong kalau pake motor!” teriak Alam ketika seorang ibu naik motor dan hamil pula melintas tanpa melihat-lihat sekitar. Alam sempat mengatakan tentang tanggung jawab. Tanggung jawab itu dimulai dari diri sendiri barulah mengambil alih untuk orang lain. 



  1. Komunikasi dan kejujuran itu hal utama
Berantakan, slengean, terkesan arogan, rusuh, idealis, sangat mencintai Miayang dan berjuang memberi yang terbaik adalah karakter yang di miliki oleh Alam. Kekurangan uang membuat dia kalang kabut dan berjuang sendiri dengan jalan pintas, menghubungi lintah darat. Namanya juga lintah. Ia mengisap darah. Meminta jaminan dari Alam yang akhirnya membongkar rahasia ini kepada Mia yang sedang kesakitan menahan bukaan. Mia geram, Alam mencari alasan. Mereka bertengkar.
Coba ngobrol dari awal, mungkin…………………..


  1. Si Pencuri perhatian
Selalu ada peran yang mencuri perhatian. Chicco Jerikho sebagai Alam, yang mendalami karakternya terasa natural. He’s so Alam. Seperti memang dalam sehari-harinya punya tingkah laku demikian. Every angle, he’s damn so good. Dayu Wijanto sebagai ibunya Alam, tidak banyak bicara. Dengan sorot matanya menunjukkan sisi kuat dan lembutnya seorang wanita. Sarah Sechan sebagia Ambu. Karakter yang memberi angin segar. Ekspresi wajah, kecepatan berbicara, kerlingan mata saat berbicara dan celetukan bahasa sunda yang dikeluarkan memang selalu menggelitik. Ambu juara!! Hanya saja, kurangnya subtilte Indonesia ketika ada dialog bahasa sunda akan membuat kebingungan bagi yang tidak mengerti dan kehilangan sedikit moment tertawa. Tyo Pakusadewo sebagai Abah. Aktor serba bisa yang selalu mencuri perhatian di setiap perannya. 


  1. Adegan Terfavorit
Kalau berbicara adegan favorit pasti ada. Tapi yang terfavorit adalah di saat Alam menggantikan operator bangunan yang harus memindahkan besi dengan si alat besar. 
“Jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan?” tanya mandor bangunan.
Alam hanya menggeleng
“Oh biar jadi kejutan ya? Mau laki-laki atau perempuan pasti bangga bapaknya ada untuk dia (sambil menunjuk kedada alam)” 
Percakapan yang menyentuh hati Alam. Tidak menjual idealis demi uang, bekerja ekstra sebagai tanggung jawab, merendahkan hati untuk mengakui kesalahan. 


  1. Stay Focus and you will know what to do
Saat Alam mengoperasikan alat berat tersebut, stay focus is a key. Fokus kepada alasan mengapa dia melakukannya, yaitu istri dan anaknya. Sambil memandang ke arah rumah sakit. Adegan menyentuh tanpa perkataan apapun. The coolest one.


  1. Strengths and Weaknesses
Cinta dan perjuangan menjadi kekuatan dari setiap adegan dan dialog yang ada di film ini. Mengangkat isu yang sedang trend menjadi kekuatan sekaligus kelemahan. Mengapa ? Isu politik yang dibahas di awal film menjadi keasyikan tersendiri bagi orang yang up to date dengan politik tetapi menjadi kebingungan bagi orang yang tidak terlalu mengikutinya. 


                Satu lagi karya anak bangsa yang wajib di tonton. Sebuah film yang dekat dengan masyarakat, memberi kebahagian dan menghibur. So guys, lets watch the movie.